logo kecilPENGADILAN AGAMA MAGELANG
Jl. Sunan Giri Jurangombo Selatan, Kota Magelang 56123

DARURAT CORONA, PA MAGELANG SIDANGKAN PERKARA SECARA TELECONFERENCE

DARURAT CORONA, PA MAGELANG SIDANGKAN PERKARA SECARA TELECONFERENCE

WhatsApp Image 2020 04 21 at 09.38.34

Gambar : Suasana sidang secara teleconference di PA Magelang

Magelang - Pengadilan Agama Magelang hari ini, Selasa (21/4/2020) menyidangkan perkara cerai gugat secara teleconference melalui sambungan skype. Perkara bernomor 73/Pdt.G/2020/PA.Mgl antara penggugat berinisial F dan tergugat berinisial K itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PA Magelang H. Abdul Halim Muhammad Sholeh, Lc., M.Ec., M.H dibantu Ulfa Fithriani, S.H.I., M.H dan Imdad, S.H.I sebagai hakim anggota.

Majelis hakim beralasan bahwa domisili tergugat di wilayah Bekasi yang merupakan pandemi covid-19 dan sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak memungkinkan sidang di gelar secara biasa. Bahkan majelis hakim terang-terangan menyebut kehadiran tergugat secara langsung di ruang sidang sangat berbahaya dan berpotensi menularkan virus.

Sidang secara teleconference bermula saat tergugat hadir di sidang pertama tanggal 14 April 2020 yang lalu. Kepada ketua majelis tergugat mengajukan permohonan agar pada sidang-sidang berikutnya dapat dilakukan secara teleconference melalui sambungan skype, zoom atau aplikasi lainnya mengingat tergugat berada di zona merah dan tidak ingin menularkan virus kepada orang lain, meski yang bersangkutan mengaku dalam kondisi sehat. Setelah bermusyawarah dan mendapat lampu hijau dari penggugat, majelis hakim akhirnya menyetujui sidang digelar secara teleconference.

Abdul Halim Muhammad Sholeh selaku ketua mejlis menuturkan bahwa di persidangan majelis hakim sudah menjelaskan sisi hukum apabila persidangan digelar secara teleconference, meski sangat mungkin dilakukan secara e-litigasi sebagaimana ketentuan Perma nomor 1 tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Di tempat terpisah, Imdad selaku hakim anggota menerangkan bahwa bisa saja perkara tersebut disidangkan secara e-litigasi, namun secara administratif menjadi lebih panjang karena harus menunggu laporan hasil mediasi gagal dari mediator pada sidang berikutnya, baru menyusun court calandar/jadwal sidang menyampaikan jawaban, replik, duplik, pembuktian, kesimpulan dan pembacaan putusan secara elektronik. Sementara di sisi lain, tergugat ingin mengikuti jalannya sidang dan dapat menyampaikan jawabannya secara langsung, meski dilakukan secara teleconference.

Lebih lanjut Imdad menjelaskan bahwa terobosan hukum yang dilakukan oleh majelis hakim adalah pilihan yang sulit, mengingat hingga saat ini belum ada aturan hukum yang mengatur pemeriksaan pihak penggugat atau tergugat secara teleconference, kecuali melalui proses e-litigasi. Itupun hanya dimungkinkan untuk pemeriksaan saksi di pengadilan agama terdekat. Selain mempertimbangkan adanya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Selama Masa Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang Berada di Bawahnya, majelis juga mempertimbangkan asas salus populi suprema lex esto, di mana keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. . “ini adalah sebuah terobosan hukum acara yang harus dilakukan demi efisiensi dan efektivitas perkara di tengah pandemi covid-19”, terang hakim yang pernah bertugas di PA Tabanan itu.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Magelang

Jl. Sunan Giri Jurangombo Selatan,

Magelang Selatan

Kota Magelang 56123

Telp. (0293) 3148500, Fax : (0293) 3148400

Email 1 : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email 2 : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Instagram : @pamagelang

Youtube : Pengadilan Agama Magelang