Pengadilan Agama Magelang

pa magelang

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA MAGELANG

Aplikasi Metode Neuro Linguistic Programming (NLP), Neuro Semantics (NS) dan Hipnoterapi Untuk Meningkatkan Peluang Keberhasilan Mediasi

Oleh : Muhamad Tambusai Ad Dauly, S.H.I., M.H.

Abstrak

Pemahaman dan upaya mediasi oleh mediator selama ini didominasi dengan model mediasi settlement mediation dan facilitative mediation. Kedua model mediasi tersebut hanya menyentuh bagian rasional dan alam sadar para pihak. Padahal, perkara yang diajukan ke pengadilan sudah merupakan akumulasi antara sisi hukum dan sisi emosional manusia. Minimnya teknik atau metode yang menyentuh sisi-sisi alam bawah sadar manusia serta kurangnya kemampuan mediator dalam melakukan persuasi menjadikan mediasi terasa statis dan pragmatis sehingga berakibat peluang keberhasilan mediasi yang rendah. Terdapat metode persuasi yang kuat yaitu Neuro Linguistic Programming (NLP), Neuro Semantics (NS) dan Hipnoterapi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan mediasi. Melalui metode penelitian komunikasi dengan pendekatan kualitatif berbasis teks yang tergolong kelompok discourse analysis level satu dengan paradigma konstruktivitis/interpretif, tulisan ini menganalisis kontribusi, pengaruh dan efektivitas penggunaan ketiga metode tersebut. Hasilnya adalah kontribusi NLP, NS dan hipnoterapi pada mediasi untuk meningkatkan peluang keberhasilan mediasi dengan metode persuasi yang lebih kuat sehingga didapatkan sebuah model transformative mediation. Ketiga metode tersebut dapat menyentuh alam sadar dan alam bawah sadar para pihak. Efektifivitas mediasi sangat baik apabila penggunaan ketiga metode tersebut dikombinasikan serta melengkapi teknik-teknik dalam kurikulum mediasi yang telah ada selama ini. Kondisi atau tahap mediasi yang membutuhkan penerapan NLP, NS dan hipnoterapi adalah ketika mediator menghadapi adanya hambatan rasional pada diri para pihak seperti adanya kesalahan berpikir (logical fallacy) atau hambatan irasional seperti unsur subjektivitas, dan juga adanya faktor-faktor psikologis seperti trauma, kecewa dan sebagainya yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan nasihat atau himbauan biasa .

Kata-kata kunci: neuro linguistic programming, neuro semantics, hipnoterapi, persuasi, mediasi.


Selengkapnya KLIK DISINI