Pengadilan Agama Magelang

pa magelang

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA MAGELANG

Kuliah Umum Ditjen Badilag, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat : Hakim Agama Wajib Mengedepankan Prinsip Hukum Humanis dan Berkeadilan

Magelang – Rabu (20/4/2022) aparatur Pengadilan Agama Magelang mengikuti kuliah umum hasil kerjasama Ditjen Badilag dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Tema kuliah umum tersebut adalah tema yang sangat penting dan fundamental bagi aparatur Peradilan Agama se-Indonesia karena menyajikan isu Pembangunan Peradaban Humanis dan Berkeadilan.

Kehadiran aparatur PA Magelang dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting dan bertempat di Media Center Pengadilan Agama Magelang. Aparatur yang hadir adalah KPA Magelang Septianah, S.H.I., M.H., Waka PA Sapuan, S.H.I., M.H. serta beberapa aparatur yang sedang tidak memberikan pelayanan.

Rektor UIII Prof. Dr. Komaruddin Hidayat membuka kuliah dengan kesan serta keharuannya terhadap Peradilan Agama yang telah bergabung Mahkamah Agung RI. Karena dengan bergabungnya Peradilan Agama ke dalam bilik-bilik birokrasi kenegaraan tentu bisa menjadikan aktualitas dan peran agama menjadi lebih baik dan efektif.

Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 2006 s.d. 2015 menuturkan bahwa salah satu bagian founding father (pendiri) bangsa dan negara ini adalah para tokoh agama. Oleh sebab itu, umat Islam khususnya aparatur Peradilan Agama wajib meneruskan, menjaga serta memajukan negara kesatuan republik Indonesia melalui Peradilan Agama.

Selain itu pria asal Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tersebut menekankan pentingnya naluri hakim Peradilan Agama seluruh Indonesia untuk mengedepankan peradaban hukum yang humanis dan berkeadilan.

“Nilai-nilai peradaban hukum yang humanis, nilai-nilai keadilan adalah aktualisasi dari nilai-nilai agama. Islam sebagai rahmat bagi manusia khususnya masyarakat Indonesia membawa pesan damai, pesan kemajuan dan pesan keadilan. Oleh itu, sebagai penerus risalah agama, seharusnya dalam menerima serta mengadili perkara aparatur atau hakim Pengadilan Agama wajib mengedepankan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman/Memorandum Of Understanding (MoU) antara Ditjen Badilag dengan Universitas Islam Internasional Indonesia. (Spn)

Leave a Comment