Kota Magelang – Rabu, (14/01/2026) Briefing Rabu pagi di lingkungan Pengadilan Agama Magelang bukan sekadar rutinitas kelembagaan, melainkan ruang kontemplatif untuk meneguhkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pengabdian aparatur peradilan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Panitera Pengadilan Agama Magelang, Mohamad Irfan, S.H., ini diikuti oleh Petugas PTSP, PPPK, Petugas Keamanan, serta Petugas Posbakum.
Dalam arahannya, Panitera mengingatkan bahwa kedudukan, kepercayaan, dan penghasilan yang melekat pada aparatur peradilan harus disikapi dengan kebijaksanaan dan kesadaran moral yang tinggi. Kesederhanaan, menurutnya, bukanlah bentuk keterbatasan melainkan sikap hidup yang mampu menjaga kejernihan nurani sekaligus cerminan kedewasaan spiritual dan integritas pribadi yang harus melekat pada setiap insan peradilan.

“Kesederhanaan adalah jalan untuk menjaga kejernihan hati. Dengan hidup sederhana, kita terhindar dari sikap riya dan kesombongan yang secara perlahan dapat menggerus integritas,” ujar Mohamad Irfan.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh aparatur untuk merefleksikan hikmah dari kisah Ibnu Malik, pengarang kitab Alfiyah. Tokoh besar dalam khazanah keilmuan Islam tersebut menjadi pengingat bahwa keagungan ilmu dan reputasi tidak akan bermakna tanpa akhlak dan etika yang terpelihara dengan baik.
Briefing ini sekaligus menegaskan arah kebudayaan kerja PA Magelang yang berlandaskan integritas, kesederhanaan, dan keteladanan moral. Aparatur diharapkan tidak hanya unggul dalam kinerja dan profesionalitas, tetapi juga konsisten menjaga sikap hidup yang bersahaja, beretika, dan berakhlak mulia sebagai wajah peradilan yang bermartabat di hadapan masyarakat pencari keadilan.
