Desain tanpa judul (3)
0%
Loading ...

Pengadilan Agama Magelang

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA MAGELANG

Bahan Baku Sama, Nilai Berbeda: PA Magelang Dorong Pelayanan Naik Kelas

Bahan Baku Sama, Nilai Berbeda: PA Magelang Dorong Pelayanan Naik Kelas

Kota Magelang (16/09/2026) – Rabu pagi di Pengadilan Agama Magelang diisi dengan pesan sederhana namun bermakna: pekerjaan yang sama dapat menghasilkan nilai yang berbeda, bergantung pada bagaimana pekerjaan itu dijalankan. Pesan tersebut disampaikan Kasubbag Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan (PTIP), Putri Atikah Dewi, S.E., M.H., saat memimpin briefing yang diikuti seluruh petugas pelayanan, mulai dari PPPK, PTSP, Posbakum, tenaga keamanan hingga petugas kebersihan.

Mengawali briefing, Putri Atikah mengangkat ilustrasi tentang baja. Bahan baku yang bernilai puluhan ribu dapat bertransformasi menjadi pisau chef bernilai jutaan rupiah, bahkan produk mewah bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Bahan bakunya sama, tetapi nilainya berbeda karena proses, keahlian, teknologi, dan sentuhan seni yang diberikan.

Filosofi tersebut kemudian ditarik ke dalam konteks pelayanan. Menurutnya, setiap petugas pada dasarnya memiliki “bahan baku” yang sama. Sama-sama datang untuk bekerja, sama-sama berada di lingkungan pelayanan, sama-sama berinteraksi dengan masyarakat dan sama-sama memberikan informasi. Namun, pengalaman yang dirasakan masyarakat dapat berbeda.

Informasi yang diberikan secara normatif mungkin sudah benar. Akan tetapi, pelayanan akan memiliki nilai yang lebih tinggi ketika informasi tersebut disampaikan secara mudah dipahami, cepat, solutif, akurat dan humanis.

Putri Atikah mendorong seluruh petugas untuk terus melakukan upgrade skill, baik yang berkaitan langsung dengan tupoksi maupun pengetahuan pendukung di luar tugas utama.

Petugas keamanan, misalnya, tidak hanya dituntut mampu menjaga keamanan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi dan hospitality. Petugas kebersihan bukan hanya memastikan lingkungan tetap bersih, tetapi turut menciptakan suasana kantor yang nyaman bagi masyarakat. Petugas PTSP tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi dituntut mampu memahami kebutuhan pengguna layanan dan mengarahkan masyarakat pada solusi yang tepat.

“Nilai tambah muncul ketika kita memberikan lebih dari sekadar apa yang terlihat dari tugas kita serta mau belajar lebih dari sekadar apa yang diwajibkan oleh pekerjaan kita” pesannya.

Sebab, seperti baja yang sama dapat menghasilkan produk dengan nilai berbeda, pekerjaan yang sama pun dapat menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat. Tugasnya bisa sama, tetapi nilai tambahnyalah yang membuat pelayanan naik kelas.