Desain tanpa judul (3)
0%
Loading ...

Pengadilan Agama Magelang

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA MAGELANG

Role Model Reformasi Birokrasi, PA Magelang Dipercaya Jadi Rujukan Benchmarking WBBM, SMAP, dan KIP Korwil Surakarta, Semarang dan Kedu

Magelang – Pengadilan Agama (PA) Magelang kembali menegaskan perannya sebagai satuan kerja unggulan dengan menjadi rujukan benchmarking implementasi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bagi Pengadilan Agama di bawah Koordinator Wilayah Surakarta, Semarang, dan Kedu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Pengadilan Agama Magelang.

Benchmarking ini diikuti oleh para pimpinan dan aparatur pengadilan agama dari ketiga korwil sebagai bentuk pembelajaran dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan peradilan yang berintegritas, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan oleh Ketua Pengadilan Agama Magelang, Dr. Nurhasan, S.H.I., M.E., selaku pembicara utama. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan strategi dan langkah konkret PA Magelang dalam mengimplementasikan Zona Integritas menuju WBBM yang didukung oleh penerapan SMAP secara menyeluruh serta pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik yang transparan dan akuntabel.

Dr. Nurhasan, S.H.I., M.E., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan WBBM tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, namun juga oleh perubahan budaya kerja, penguatan integritas aparatur, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penerapan SMAP dan KIP, menurut beliau, menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Kegiatan benchmarking berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta menggali praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh PA Magelang.

Dengan dipercayanya Pengadilan Agama Magelang sebagai rujukan benchmarking, diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi pengadilan agama di wilayah Surakarta, Semarang, dan Kedu dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju WBBM serta meningkatkan kualitas pelayanan peradilan kepada masyarakat.